WAE LOLOS — Nomor urut dalam sebuah pemilihan mungkin hanya berupa angka. Namun bagi masyarakat Desa Wae Lolos, angka 2 kini memiliki makna yang lebih luas: dua jari, dua periode, dan sebuah harapan agar pembangunan yang telah dimulai dapat terus dilanjutkan.
Gervinus Toni kembali maju dalam kontestasi pemilihan Kepala Desa Wae Lolos periode 2026-2034, dengan nomor urut 2. Pencalonan untuk periode kedua ini hadir ketika desa tersebut sedang berada dalam fase penting pembangunan, khususnya dalam pengembangan potensi pariwisata dan penguatan ekonomi masyarakat.
Selama periode pertama kepemimpinannya, Wae Lolos mulai semakin dikenal sebagai desa wisata dengan kekayaan alam yang menjadi daya tarik utama. Air terjun, kawasan hutan, perkebunan masyarakat serta berbagai potensi budaya menjadi modal yang terus dikembangkan.
Namun, perjalanan tersebut tentu belum selesai.
Justru ketika sebuah desa mulai dikenal, tantangan yang dihadapi menjadi semakin besar. Infrastruktur harus terus dibenahi, pengelolaan destinasi perlu diperkuat, keselamatan wisatawan harus menjadi perhatian, sementara masyarakat harus semakin mendapatkan manfaat dari pertumbuhan pariwisata.
Di titik inilah gagasan tentang periode kedua Gervinus Toni mendapatkan konteksnya.
Bukan Memulai dari Nol
Periode kedua tidak harus berarti mengulang pembangunan dari awal.
Ada fondasi yang telah dibangun selama periode pertama dan kini membutuhkan keberlanjutan.
Pengembangan Desa Wisata Wae Lolos, penguatan kelembagaan pariwisata, promosi destinasi, kerja sama dengan berbagai pihak serta perhatian terhadap keselamatan wisatawan merupakan bagian dari proses yang membutuhkan waktu.
Bahkan pengembangan pariwisata Wae Lolos telah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan akademisi dan penguatan digitalisasi menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Wae Lolos secara lebih luas.
Karena itu, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar bagaimana membuat Wae Lolos dikenal.
Pertanyaannya adalah bagaimana popularitas tersebut dapat diterjemahkan menjadi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Petani, pelaku UMKM, pemandu wisata, pemuda, perempuan dan kelompok masyarakat lainnya perlu mendapatkan ruang yang semakin besar dalam rantai ekonomi pariwisata desa.
Angka 2 dan Makna Periode Kedua
Nomor urut 2 kemudian menjadi simbol yang mudah diingat.
Dua jari.
Dua periode.
Namun maknanya tidak berhenti pada simbol politik.
Periode kedua akan menjadi ujian apakah fondasi yang telah dibangun mampu diteruskan dan dikembangkan.
Jika pada periode pertama fokusnya adalah membuka jalan dan membangun fondasi, maka periode berikutnya semestinya berbicara lebih banyak tentang konsolidasi dan hasil.
Bagaimana destinasi wisata semakin tertata.
Bagaimana kunjungan wisatawan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.
Bagaimana produk masyarakat dapat masuk dalam rantai pariwisata.
Bagaimana lingkungan tetap terjaga ketika jumlah wisatawan bertambah.
Dan bagaimana generasi muda Wae Lolos melihat desa mereka bukan hanya sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun masa depan.
Masih Ada Pekerjaan Rumah
Dukungan terhadap periode kedua tentu tidak berarti semua persoalan telah selesai.
Sebaliknya, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.
Pengelolaan sampah, perlindungan sumber air, pemeliharaan jalur wisata, peningkatan kapasitas pengelola, promosi yang lebih profesional serta penguatan ekonomi masyarakat merupakan sejumlah pekerjaan yang membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Di sinilah periode kedua seharusnya tidak dipahami sebagai sekadar mempertahankan jabatan.
Periode kedua harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan mempercepat apa yang sudah berjalan.
Dengan demikian, pilihan terhadap seorang calon bukan hanya persoalan siapa yang akan memimpin selama enam tahun berikutnya, tetapi juga tentang arah pembangunan desa yang ingin diteruskan masyarakat.
Harapan dari Sebuah Desa yang Sedang Bertumbuh
Wae Lolos hari ini tidak lagi berada pada titik yang sama seperti beberapa tahun lalu.
Desa ini semakin dikenal. Potensi wisatanya semakin mendapat perhatian. Masyarakat semakin melihat bahwa kekayaan alam dan budaya dapat menjadi bagian dari sumber ekonomi baru.
Tetapi pertumbuhan juga membawa tanggung jawab.
Semakin banyak orang datang, semakin besar pula tanggung jawab untuk menjaga alam.
Semakin dikenal sebuah destinasi, semakin penting tata kelolanya.
Dan semakin besar peluang ekonomi, semakin penting memastikan manfaatnya tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang.
Karena itu, periode kedua Gervinus Toni akan dihadapkan pada pekerjaan yang lebih kompleks daripada periode pertama.
Bukan lagi sekadar membangun fondasi.
Tetapi memastikan fondasi tersebut menghasilkan perubahan yang dirasakan masyarakat.
Nomor urut 2 pada akhirnya menjadi lebih dari sekadar angka di surat suara.
Ia menjadi simbol dari sebuah pilihan: apakah pembangunan yang telah dimulai akan diteruskan, diperbaiki, dan dikembangkan menuju tahap berikutnya.
Bagi mereka yang mendukung Gervinus Toni, jawabannya adalah melanjutkan.
Dua jari untuk dua periode.
Bukan sekadar untuk mempertahankan apa yang sudah ada, tetapi untuk membawa Wae Lolos melangkah lebih jauh—dengan pembangunan yang lebih kuat, pariwisata yang lebih tertata, ekonomi masyarakat yang lebih hidup, dan lingkungan yang tetap terjaga.
Karena harapan sebuah desa tidak berhenti pada siapa yang terpilih.
Harapan itu terletak pada apa yang mampu dilakukan setelah pilihan tersebut diberikan.
