14.977 Wisatawan Kunjungi Desa Wisata Wae Lolos Sepanjang 2025

Foto Pengunjung Cunca Plias (Dok: Infosatu)

Tahun 2025 menjadi salah satu bab penting dalam perjalanan Desa Wisata Wae Lolos. Desa yang terletak di kawasan Manggarai Barat ini tidak lagi sekadar dikenal sebagai desa dengan alam yang indah, tetapi juga sebagai destinasi yang mulai diperhitungkan oleh wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

Dikelilingi hutan, perbukitan, dan aliran air yang jernih, Wae Lolos menawarkan pengalaman wisata yang berbeda—alami, tenang, dan dekat dengan kehidupan masyarakat desa. Sepanjang tahun 2025, daya tarik ini berhasil mengundang 14.977 wisatawan untuk datang dan menjelajahi keindahan desa yang dijuluki sebagai “desa wisata seribu air terjun” ini.

Wisatawan Lokal: Penjaga Denyut Wisata Desa

Dari total kunjungan tersebut, 5.018 wisatawan lokal tercatat berkunjung ke Desa Wisata Wae Lolos. Mereka datang dari desa-desa sekitar dan wilayah Manggarai Raya. Kehadiran wisatawan lokal memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan wisata desa, terutama di hari-hari biasa dan di luar musim liburan panjang.
Bagi wisatawan lokal, Wae Lolos bukan sekadar tempat berwisata, tetapi juga ruang untuk berkumpul, beristirahat, dan kembali terhubung dengan alam. Aktivitas sederhana seperti berjalan kaki menuju air terjun, mandi di sungai, atau duduk menikmati suasana desa menjadi daya tarik tersendiri.

Wisatawan Domestik: Mencari Alternatif Wisata Alam

Sepanjang 2025, 537 wisatawan domestik dari berbagai daerah di Indonesia memilih Wae Lolos sebagai destinasi perjalanan mereka. Meski jumlahnya tidak sebesar wisatawan lokal dan mancanegara, segmen ini menunjukkan potensi yang terus berkembang.

Sebagian besar wisatawan domestik datang karena ingin mencari alternatif destinasi selain tempat-tempat populer di Manggarai Barat. Mereka tertarik pada konsep wisata berbasis alam dan komunitas, di mana pengalaman menjadi lebih personal dan tidak massal. Wae Lolos menawarkan hal tersebut—tanpa keramaian berlebihan, tanpa jarak antara tamu dan tuan rumah.

Wisatawan Mancanegara: Wae Lolos di Mata Dunia

Angka yang paling mencolok datang dari kunjungan wisatawan mancanegara, yang mencapai 9.422 orang sepanjang tahun 2025. Wisatawan asing ini berasal dari berbagai negara dan menjadikan Wae Lolos sebagai bagian penting dari perjalanan mereka menjelajahi Flores.
Grafik kunjungan ke Desa Wae Lolos

Di jalur trekking, sekitar air terjun, hingga di rumah-rumah warga, kehadiran wisatawan mancanegara menjadi pemandangan yang semakin biasa. Banyak dari mereka datang berdasarkan rekomendasi sesama pelancong, cerita dari mulut ke mulut, dan pengalaman autentik yang dibagikan melalui media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa pesona Wae Lolos menyebar secara alami, tanpa harus bergantung pada promosi besar-besaran.

Peran Pokdarwis Cunca Plias dalam Pengelolaan Wisata

Di balik meningkatnya jumlah kunjungan tersebut, terdapat peran penting Pokdarwis Cunca Plias sebagai pengelola Desa Wisata Wae Lolos. Kelompok ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kawasan wisata, mengatur alur kunjungan, serta memastikan wisata berjalan selaras dengan kelestarian alam dan kehidupan masyarakat.

Pengelolaan dilakukan secara bertahap dan berbasis komunitas. Jalur trekking dirawat, pengunjung diarahkan, dan masyarakat dilibatkan secara aktif dalam kegiatan wisata. Pendekatan ini membuat Wae Lolos tetap terasa alami, tanpa kehilangan kendali atas dampak pariwisata.
Pengunjung ke Cunca Plias

Wisata yang Tumbuh Bersama Masyarakat
Bagi masyarakat Wae Lolos, pariwisata bukan sekadar soal angka kunjungan. Ia menjadi ruang belajar bersama—tentang bagaimana menyambut tamu, menjaga lingkungan, dan memanfaatkan potensi desa secara berkelanjutan. Kehadiran wisatawan membawa dampak ekonomi, sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga alam yang menjadi sumber kehidupan.

Tahun 2025 menjadi bukti bahwa ketika alam dijaga dan masyarakat dilibatkan, sebuah desa kecil mampu menarik perhatian dunia. Wae Lolos tumbuh bukan dengan cara instan, melainkan melalui proses, kerja kolektif, dan kepercayaan pada kekuatan komunitas.

Menatap Masa Depan Desa Wisata Wae Lolos

Dengan capaian 14.977 kunjungan wisatawan sepanjang 2025, Desa Wisata Wae Lolos memiliki modal kuat untuk melangkah ke tahun-tahun berikutnya. Tantangan ke depan bukan hanya meningkatkan jumlah pengunjung, tetapi menjaga kualitas pengalaman, kelestarian alam, dan peran aktif masyarakat desa.

Wae Lolos bukan destinasi yang menawarkan kemewahan. Namun justru dalam kesederhanaannya, desa ini menghadirkan pengalaman perjalanan yang jujur dan membekas—sebuah cerita yang membuat banyak orang ingin datang, dan tak sedikit yang ingin kembali.

post your comment

Previous Post Next Post